Kisah Sukses Ulfa Berbisnis Air, Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Kesehatan

Jakarta, Kisah sukses seseorang biasanya tak terlepas dari ketekunan dan kerja keras, sebagaimana yang dirasakan Maria Ulfa, wanita berjilbab yang kini sukses meraup omzet hingga 60 juta per bulan dari bisnis airnya. Namun sebelum sukses seperti sekarang, terlebih dulu Ulfa harus merasakan jatuh bangun berkali-kali.

Sempat bekerja di sebuah media, tetapi ia akahirnya memilih berhenti. Ulfa lantas menikah dan memiliki anak, dan untuk mengisi waktu luang ia mencoba berbisnis.

“Tapi saya udah niat, setelah si kecil Ken usian enam bulan kan enggak terlalu repot. Nah benar saya, saat Ken enam bulan saya mulai nyoba jualan jilbab, baju muslim. Tapi berjalan beberapa saat kok kayanya enggak maju-maju, akhirnya cuma sampai 1 tahun,” tambahnya.

Sempat menganggur, dia coba cari-cari usaha lain. Kemudian masuklah dia menjadi anggota MLM sebuah produk kecantikan ternama. Lumayan lama, dia bertahan satu tahun setengah.

“Di situ sebulan dari jualan aku cuma dapat Rp 2-3 juta. Kalau ada bonus paling enggak sampai Rp 1 juta. Cuma lama-lama bete, karena diatur orang juga. Kebetulan karena enggak dianggap maju, leadernya sewot. Kebetulan udah capek ya udah mundur aja tanpa basa basi,” tambahnya.

Lantas, Ulfa mendengar dari adiknya soal keberhasilan temannya setelah menjadi distributor Kangen Water, produk minuman yang bisa menyeimbangkan tubuh dan mengatasi dehidrasi. Nama minuman ini mirip nama band pop melayu yang sedang tenar. Setelah itu, cerita kesuksesan teman adiknya kembali dia dengar. Dari situlah, kata Ulfa, dia mulai tertarik.

“Katanya bisa beli mobil. Gua langsung kepikiran, apalagi pegang Rp 5 juta aja enggak pernah. Tapi karena penasaran, minta untuk bertemu teman adik itu,” ucapnya.

“Saat itu, pesan yang terngiang kata teman adikku itu, kalau mau bisnis itu, jadi reseller dulu, kalau niat beli mesin silakan nabung sendiri dari uang reseller itu,” tambahnya.

Tertarik, Ulfa meminjam uang Rp 500 ribu dari adiknya. Keinginannya punya mesin berharga puluhan juta membuat Ulfa makin semangat.

“Alhamdulillah modal yang tadinya cuma Rp 500 ribu diputer-puter naik jadi Rp 1 juta, kemudian Rp 2 juta. Sampai saya gonta ganti produsen juga. Biasa, nyari yang harga resellernya murah,” candanya.

Baru saja mulai merasakan hasil kerja kerasnya, berbagai cobaan datang silih berganti. Pertama saat ibunya memandang sebelah mata usaha air yang dia jalankan.

“Terus karena fokusnya dulu buat yang diminum, sampai hujan-hujanan dari Bekasi ke Depok berdua sama anak cuma buat antar air. Empat jam hujan-hujan untung dia kuat enggak sakit. Pedihnya lagi, pernah abis anter air ke rumah teman balik dari sana kejebak banjir, pas gue coba terobos motor gue kelelep knalpotnya mati. Terus coba hidupin, eh pas sampai rumah lihat anak bibirnya pecah. Saat itu gue nyesel banget enggak bawa dia pas antar air,” ungkapnya.

Tapi semua kejadian pahit itu dia terima dengan senyum. Dia coba cari cara bagaimana dengan jualan air dia bisa tetap di rumah. Kebetulan produk itu menawarkan air yang fungsinya untuk perawatan wajah.

“Akhirnya saya beralih ke produk untuk menyegarkan wajah,” tambahnya.

Rupanya strategi itu membawa berkah Ulfa dan keluarga. Dari penjualan air untuk kecantikan wajah, dia bisa membeli mesin dan menjadi distributor. Total selama 14 bulan bergabung pada usaha itu, dia kini mengumpulkan pundi-pundi uang yang jumlahnya terus bertambah.

“Dulu zaman aku jadi reseller air penghasilan Rp 20 juta perbulan. Alhamdulillah sekarang tiga kali lipatnya. Sekarang sehari minimal aku dapat Rp 1 juta minimal dan maksimal Rp 7 juta kalau lagi overload banget,” ungkapnya bangga.

Kini dia fokus pada air untuk kecantikan saja. Untuk air konsumsi, bila ada yang butuh untuk kesehatan atau pengobatan saja, itupun yang dekat-dekat rumah agar tak meninggalkan buah hatinya.

“Alhamdulillah juga dari kerja keras itu juga hasil yang sekarang bisa renovasi rumah dan beli mobil,” ucapnya haru, sebagaimana dilansir Merdeka, 4 Maret 2015.

Kini kesuksesan perlahan sudah dia dapat. Bahkan, kerja kerasnya yang membuahkan hasil membuat suaminya bangga sampai memutuskan keluar dari kerjaan dan membantunya menjalani usaha tersebut. (ba)

Copas dari :  LiputanIslam.com —

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti-spam: complete the taskWordPress CAPTCHA