Khutbah Idul Fitri 1429 H Generasi Robbani Generasi Harapan

Khutbah Idul Fitri 1429 H

Generasi Robbani Generasi Harapan

Oleh : Ahmad Zainuddin, Lc *

Disampaikan di halaman Masjid Jami’ Baiturrahmah Perumnas Mojosongo Surakarta

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الله أكْبَرُ، الله أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ، الله أكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الله أكْبَرُ، الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ.

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أشرف الأنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ. أما بعد :

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

إِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَ خَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Segala puji dan puja kita panjatkan ke hadirat Allah SWT semata-mata, satu-satuNya Dzat tempat kita mengabdi dan tempat kita berserah diri. Shalawat dan Salam, kesejahteraan dan kedamaian, semoga dilimpahkan Allah kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad Rasulullah SAW, serta para keluarga dan shahabat beliau yang setia.

Hari ini kita merayakan hari raya fitri kita, pada tanggal 1 syawal 1429 H ini, berjuta-juta manusia bahkan lebih mengagungkan asma Allah di bumi persada ini, setelah sebulan penuh di bulan Ramadhan kita tunaikan ibadah puasa, menegakkan shalat tarawih, memperdalam kajian Al-Qur’an, memperbanyak infaq dan shadaqah, serta amalan lainnya yang dianjurkan Islam, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wata’ala dan akan menjadi pembebas kita dari siksa neraka jahanam,

تَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ …. آمين يا رب العالمين

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الله أكْبَرُ، الله أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyirol muslimin wal muslimat, Sidang Iedul Fitri rohimakumullah

Betapa bersyukur kita, tatkala kita dapati sanak famili kita, saudara dan keluarga kita semua bisa berkumpul di hari raya ini dalam keadaan sehat wal afiyat tak kurang suatu apa, tak ada yang membuat kita kecewa, tidak ada masalah yang berarti. Kita patut bersyukur atas segala nikmat dari Sang Pencipta Alam Semesta ini. Kita ikrarkan dengan kalimat alhamdulillah Robbil ‘alamin.

Namun alangkah ruginya kita bila di antara sanak famili kita ternyata ada yang mendapat musibah, sehingga kita tidak berkumpul merasakan nikmat Allah di hari raya ini. Musibah yang tidak kita kehendaki maupun justru musibah yang sengaja kita cari-cari, musibah yang sengaja kita undang agar hadir di tengah-tengah keluarga tercinta. Di antara musibah yang tidak kita kehendaki dan kita tidak sengaja menghadirkannya, seperti musibah sakit yang tidak kita duga dan sangka, betapa banyak saudara yang kita yang berada di rumah sakit yang tidak bisa hadir di lapangan ini demi merayakan hari yang menjadi tanda kebahagiaan ummat islam, hari makan dan minum, hari berbahagia bersama.

Kemudian di antara musibah yang sengaja kita hadirkan adalah seperti anak-anak yang durhaka karena salah didikan, anak-anak yang salah didik karena diasuh bukan oleh orang tua mereka, namun diasuh oleh para pembantu yang kurang berpendidikan, diasuh oleh teman mereka yang salah jalan, diasuh oleh para preman yang selalu siap menjerusmuskan mereka ke jalan yang sesat. Hal ini karena para orang tua kurang waspada, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing, para bapak berbisnis di kantor bekerja di pasar dan di tempat kerja lainnya, sementara para ibu juga tidak ingin ketinggalan dengan dalih emansipasi wanita, mereka ingin sejajar dengan kaum lelaki, hingga akhirnya banyak wanita yang bekerja di luar rumah, wanita karir yang sibuk dengan urusan bisnis bukan urusan mendidik dan memelihara anak-anak mereka tercinta.

Wal hasil tumbuhlah anak-anak yang tidak kenal dengan Allah dan Rosul-Nya, anak-anak yang asing dengan nilai-nilai ajaran Islam, anak-anak yang diasuh bukan oleh orang tua tercinta yang diharapkan dapat mendidik dengan baik dan benar, namun justru kita dapatkan para pembantulah yang mendidik mereka, yang menjadi teman sehari-hari mereka, kita dapatkan teman-teman sebaya merekalah yang menjadi panutan mereka entah baik ataupun buruk, yang di masa modern ini banyak hal yang buruk yang justru mereka lihat dan akhirnya mereka tiru.

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الله أكْبَرُ، الله أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyirol muslimin wal muslimat rohimakumullah

Kita tentunya sepakat bahwa nilai-nilai moral apalagi yang sesuai dengan ajaran Islam akan membawa kita kepada kehidupan yang harmonis dan penuh kenyamanan, semua lini kehidupan bisa berjalan dengan baik tatkala syari’ah Islam menjadi tuntunan dan amalan hidup ummat manusia. Namun bila kita melihat kenyataan yang ada, kita lihat para pemuda yang kebanyakan ummat islam begitu jauh dari tuntunan islam, mereka tenggelam dalam lautan kehidupan yang penuh dengan syubhat bahkan maksiyat, kehidupan materialis hedonis yang menyeret mereka kepada kehidupan materi yang membuat mereka lalai akan hak-hak Sang Pencipta yang selalu hadir dalam kehidupan mereka setiap waktu. Yang seharusnya mereka selalu ingat pula dalam setiap langkah hidup mereka bahwa Sang Pencipta selalu mengawasi mereka.

Dari banyak hal yang para pemuda kerjakan banyak hal yang sia-sia yang mereka lakukan seperti main game, play station yang selalu penuh dengan anak-anak hingga para pemuda, bermain sms, game online,  semua itu melalaikan dari dunia pendidikan yang seharusnya mereka tekuni, bahkan melalaikan mereka dari dzikir kepada Allah Sang Pencipta mereka. Budaya yang merejalela ini kini kian bertambah parah, di setiap kampung bahkan rt terdapat tempat bermain yang kebanyakan melalaikan dari tugas utama mereka. Belum lagi pergaulan bebas antara pemuda dan pemudi yang sedemikian rusaknya, dimana seorang perempuan tidak malu-malu lagi mengutarakan keinginannya menyukai teman lelakinya,  mereka pergi ke tempat-tempat wisata dengan menanggalkan rasa malu mereka, mereka asyik bersenda gurau saling memperturutkan hawa nafsu mereka tanpa mengingat apa akibat dari perbuatan mereka.

Budaya internet yang semakin pesat perkembangannya, kita bisa dapati warung-warung internet bertebaran di setiap sudut kota bahkan didesa bisa kita jumpai, di tempat ini para anak-anak dan para pemuda bisa mengakses situs-situs yang baik dan situs-situs yang buruk, namun kebanyakan mereka memanfaatkan fasilitas ini sekedar untuk hawa nafsu saja, jarang yang menggunakannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, kebanyakan mereka mengakses situs-situs dewasa bahkan situs yang tak layak mereka lihat, hal ini membuat kita miris, sedih dan bertanya : Kapankah mereka sadar akan perbuatan mereka ?

* öNs9r& Èbù’tƒ tûïÏ%©#Ï9 (#þqãZtB#uä br& yìt±øƒrB öNåkæ5qè=è% ̍ò2Ï%Î! «!$# $tBur tAt“tR z`ÏB Èd,ptø:$# Ÿwur (#qçRqä3tƒ tûïÏ%©!$%x. (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# `ÏB ã@ö6s% tA$sÜsù ãNÍköŽn=tã ߉tBF{$# ôM|¡s)sù öNåkæ5qè=è% ( ׎ÏWx.ur öNåk÷]ÏiB šcqà)Å¡»sù ÇÊÏÈ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang Telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya Telah diturunkan Al Kitab kepadanya, Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”. Q.S Al Hadid : 16

 

Kita dihadapkan kepada kenyataan banyak dari kalangan pemuda :

  • Suka bermain-main, kurang serius terhadap ilm, banyak melakukan hal yang sia-sia.
  • Banyak yang kehilangan jati diri, ketika mereka berpetualang mencari jati diri banyak yang sesat jalan.
  • Mereka cuek terhadap sekitar kurang peka terhadap lingkungan, egois, lebih mementingkan diri sendiri, kepuasan nafsunya dinomor satukan, faham hedonisme semakin mendapat banyak pendukung.
  • Mereka durhaka kepada kedua orang tua, tidak mau patuh terhadap perintah dan nasehat keduanya.
  • Makin banyak generasi yang telah banyak tercemari dan teracuni pemikiran sekuler
  • Generasi yang tidak mengetahui mana kawan dan mana musuh, mereka telah tercuci otaknya oleh kaum yahudi dan salibis barat dan orang-orang kafir.

 

Akankah generasi seperti ini menjadi pengganti dari generasi yang telah lalu, ataukah generasi ini justru yang akan digantikan oleh generasi yang dijanjikan oleh Allah dalam surat Al Maidah ayat 54

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä `tB £‰s?ötƒ öNä3YÏB `tã ¾ÏmÏZƒÏŠ t$öq|¡sù ’ÎAù’tƒ ª!$# 5Qöqs)Î/ öNåk™:Ïtä† ÿ¼çmtRq™6Ïtä†ur A’©!όr& ’n?tã tûüÏZÏB÷sßJø9$# >o¨“Ïãr& ’n?tã tûï͍Ïÿ»s3ø9$# šcr߉Îg»pgä† ’Îû È@‹Î6y™ «!$# Ÿwur tbqèù$sƒs† sptBöqs9 5OͬIw 4 y7Ï9ºsŒ ã@ôÒsù «!$# ÏmŠÏ?÷sム`tB âä!$t±o„ 4 ª!$#ur ììřºur íOŠÎ=tæ ÇÎÍÈ

” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”.

 

$tB tb%x. @t±u;Ï9 br& çmuŠÏ?÷sムª!$# |=»tGÅ3ø9$# zNõ3ßsø9$#ur no§qç7–Y9$#ur §NèO tAqà)tƒ Ĩ$¨Z=Ï9 (#qçRqä. #YŠ$t6Ï㠒Ík< `ÏB Èbrߊ «!$# `Å3»s9ur (#qçRqä. z`¿ÍhŠÏY»­/u‘ $yJÎ/ óOçFZä. tbqßJÏk=yèè? |=»tGÅ3ø9$# $yJÎ/ur óOçFZä. tbqߙâ‘ô‰s? ÇÐÒÈ

Tidaklah pantas bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia Berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” akan tetapi (Dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[208], Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. Q.S. Ali Imron : 79. 

[208]  Rabbani ialah orang yang Sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.

 

Generasi Robbani yang dijanjikan Allah ini nantinya akan mengganti generasi yang jauh dari tuntunan Islam sekarang ini, generasi yang enggan mengenal Islam enggan mendalami dan enggan memperjuangkannya, generasi yang digiring untuk murtad dari dienul Islam. Generasi Robbani ini mempunyai sifat yaitu dicintai Allah dan merekapun mencintai Allah, cinta Allah menuntut tindakan nyata bukan hanya sekedar ucapan, klaim lisan semata, diantara tuntutannya adalah mereka tidak akan rela bila Islam dihina, vila Islam dilecehkan, para pemuda ini akan segera mengambil sikap dan tindakan nyata demi membela Agama Allah, demi membela kebenaran, mereka berani mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga bahkan nyawa bila dibutuhkan akan mereka korbankan demi tegaknya agama Allah dimuka bumi ini. Itulah generasi yang akan dibanggakan oleh Allah di hari kiyamat kelak di hadapan para malaikat-Nya.

 

Ÿwur tbqä9#t“tƒ öNä3tRqè=ÏG»s)ム4Ó®Lym öNä.r–Šãtƒ `tã öNà6ÏZƒÏŠ ÈbÎ) (#qãè»sÜtGó™$# `tBur ÷ŠÏ‰s?ötƒ öNä3ZÏB `tã ¾ÏmÏZƒÏŠ ôMßJuŠsù uqèdur ֍Ïù%Ÿ2 y7Í´¯»s9’ré’sù ôMsÜÎ7ym óOßgè=»yJôãr& ’Îû $u‹÷R‘‰9$# ÍotÅzFy$#ur ( y7Í´¯»s9’ré&ur Ü=»ysô¹r& ͑$¨Z9$# ( öNèd $ygŠÏù šcrà$Î#»yz ÇËÊÐÈ

Mereka ( orang-orang musyrik itu ) tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Al Baqoroh : 217

Alangkah ruginya kita bila kita mengikuti orang-orang kafir, mengikuti langkah-langkah yahudi dan nashrani

            Syubhat Pendidikan Anak :

Ada beberapa hal yang itu merupakan syubhat yang dilontarkan pihak yang membendung tatanan islam tertata dengan rapi, syubhat ini tentunya tidak benar dan ditentang oleh Islam, perkataan-perkataan ini bila kita yakini kebenarannya secara mutlak niscaya kita telah mengikuti jejak langkah sesat orang-orang kafir, yang dibimbing oleh syaitan laknatullah ‘alaihi, hal-hal itu diantaranya  :

  • Perkataan mereka : “Anak mesti dibebaskan (?)”

Semua keinginan anak harus dipenuhi, semua kecenderungannya harus direspon, semua hobinya harus disalurkan dan biarkan anak memilih apa yang dia suka dan apa yang tidak disukainya. Orang tua tidak perlu (bahkan mesti menjauhi) mengatakan kata jangan kepada anak, sebab akan mematikan kreatifitas anak dan menjadikan anak tumbuh sebagai seseorang yang tidak punya rasa percaya diri.

Ungkapan diatas ada benarnya, namun tidak mutlaq. Aturan syara’ mestilah menjadi pertimbangan utama dengan tutur kata dan budi bahasa yang lemah lembut, orang tua bisa menjelaskan kepada anak, mana yang baik dan yang buruk, mana yang boleh dan yang tidak boleh. Anak mempunyai hobi melukis misalnya orang tua mesti menjelaskan bahwa Islam melarang pemeluknya untuk menggambar makhluq bernyawa, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِى الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ ، وَلَيْسَ بِنَافِخٍ (رواه البخاري )

“Barang siapa menggambar (makhluq bernyawa) di dunia, niscaya pada hari kiamat kelak ia diperintahkan untuk meniupkan ruh ( nyawa ) pada apa yang digambarnya, padahal ia tidak mampu untuk meniupkannya”.

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِى النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِى جَهَنَّمَ ». وَقَالَ إِنْ كُنْتَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَاصْنَعِ الشَّجَرَ وَمَا لاَ نَفْسَ لَهُ. (رواه مسلم )

“Setiap orang yang menggambar, kelak di neraka apa-apa yang telah digambarnya akan diberi nyawa dan akan menyiksanya di neraka jahanam, beliau melanjutkan jika kamu mesti menggambar, gambarlah pepohonan dan apa saja yang tidak bernyawa”. (Hadits Riwayat Muslim)

Jika si anak dibiarkan memenuhi semua keinginannya maka tatkala ia besar nanti sangat mungkin ia menjadi seorang yang sangat egois, mau menang sendiri dan tidak mau menerima perbendaan pendapat. Sebab sejak kecil ia tidak mendapati orang yang menahannya dari apa yang ia inginkan. Atau jika tidak, ia akan menjadi penganut permissivissme yang hidup tanpa mengenal aturan, karena semuanya serba boleh.

  • Mereka juga mengatakan : “Anak tidak boleh dikasari (?)”

Inilah salah satu isu yang akhir-akhir ini banyak dihembuskan, dengan dalih supaya kelak saat dewasa tidak menjadi sosok yang kasar temperamental, tidak durhaka kepada kedua orang tua, dan tidak mendholimi orang lain, seorang tidak boleh dikasari sama sekali apapun alasannya. Ini merupakan sikap antisipatif yang ekstrim dan bertentangan dengan sistem pendidikan dalam Islam.

Tidak mengenalkan sikap tegas dan disiplin kuat kepada anak, sebenarnya hanya akan menanamkan prinsip ‘semua tingkah lakunya baik, tidak ada yang tercela’ dalam jiwa si anak. Lalu saat dewasa ia akan menjadi sosok yang punya ‘izzah, tidak punya harga diri. Ia akan membiarkan begitu saja orang lain menghinanya atau merusak kehormatannya.

Sebenarnyalah Islam membolehkan pukulan atas anak, namun pada saat dan alasan yang tepat, pun dengan pukulan yang tidak menyiksa, pukulan dengan tujuan peringatan bukan penyiksaan, saat umurnya mencapai sepuluh tahun, ketika seorang anak berani meninggalkan sholat

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ –  سنن أبي داود – (ج 1 / ص 187)

“Perintahkan anak-anak kalian supaya mengerjakan sholat saat umur mereka 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkan sholat saat mereka berumur 10 tahun. Kemudian pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka (HR Abu Daud)

  • Syubhat selanjutnya : “Membiarkan anak memilih jalan hidupnya sendiri(?)”

Atas nama hak asasi manusia, orang tua tidak boleh melarang anaknya untuk menjadi diri sendiri. Mau menjadi seorang homoseks, anti Tuhan, atau apapun, itu adalah hak setiap manusia yang dilahirkan. Orang tua hanya diperbolehkan membantu mereka menemukan diri mereka, tidak mengarahkan, atau memaksa mereka.siapapun mereka kelak, toh mereka punya hak hidup. Bukankah taman yang dipenuhi seribu bunga warna-warni lebih indah daripada taman yang dipenuhi satu jenis bunga saja?

Ungkapan diatas dikalangan tertentu dari masyarakat kita, sudah mulai bisa diterima. Padahal ungkapan diatas jelas-jelas bertentangan dengan firman Allah Qs At Tahrim 6

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu “.

  • Syubhat selanjutnya : Makan dengan tangan kiri jangan dilarang (?)

Dalam sebuah tabloid pendidikan anak, seorang artis yang mengaku seorang muslimah menyatakan bahwa Allah menciptakan kedua tangan kanan dan kiri untuk kita gunakan sebaik-baiknya dan tidak kita beda-bedakan. Jika kita katakan pada anak bahwa tangan kiri tidak boleh digunakan untuk menyendok makanan, si anak akan berpikiran bahwa tangan kiri bukanlah tangan yang baik dan harus dideskreditkan, dan tidak ada gunanya. Begitu pun sebaliknya jika si anak ingin –maaf- cebok seusai buang air besar atau buang air kecil, orang tua tidak boleh melarangnya menggunakan tangan kanan.

Dan hal yang sama berlaku untuk masuk rumah, keluar rumah, masuk kamar kecil, keluar kamar kecil, masuk masjid, keluar masjid dan lain sebagainya.

Padahal masalah kanan-kiri jelas ada petunjuk dari Nabi sallallahu alahis salam

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُحِبُّ التَّيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فِى شَأْنِهِ كُلِّهِ فِى طُهُورِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَتَنَعُّلِهِ .

Dari Aisyah Radhiallahuanha katanya, nabi suka mendahulukan bagian kanan semampu beliau saat bersuci, bersisir dan memakai sandal (HR Bukhari)

Maka hendaklah kita tanamkan pelajaran yang sesuai dengan contoh dari Nabi kita agar anak-anak dapat memahami sunnah ini sebagai jalan hidup mereka.

Akhirnya, kedua orang tualah yang memiliki peranan terbesar dalam tumbuh kembang seorang anak. Keduanya yang akan memilih, akan dijadikan sebagai apa anaknya nanti. Bahwa kebanyakan orang tua memilih untuk tidak ambil peduli dan membiarkan anaknya ‘digarap’ oleh lingkungan tempat ia tumbuh, itulah fenomena yang dapat kita saksikan sehari-hari. Jadi janganlah para orang tua menyalahkan lingkungannya, tapi pertama-tama mestilah menyalahkan diri mereka sendiri Wallahu’alam

 

Ma’asyirol muslimin wal muslimat rohimakumullah

Ada beberapa solusi untuk masalah-masalah ini :

  • Pendidikan yang sinergis antara pendidikan di rumah, sekolah dan lingkungan yang mendukung. Kini telah marak pendidikan islami, dari TKIT, SDIT, SMPIT hingga pondok pesantren tingkat menengah dan atas, sepatutnyalah kita memilih pendidikan yang menjamin kehidupan anak menjadi anak yang sholeh bisa berbakti kepada kedua orang tua dan ummat bangsanya.
  • Pergaulan yang Islami, termasuk dari Obat hati ( Tombo Ati ) adalah wong kang sholih kumpulono, bila kita berteman dengan orang jelek dan bejat tentu kita akan menjadi seperti mereka, maka jauhilah teman yang jelek, jauhi sejauh-jauhnya. Pun bila kita berteman dan bergaul dengan orang sholih tentunya akan menjadi baik, setidaknya kenal kebaikan sehingga senang akan kebaikan, maka lama kelamaan akan dapat mengamalkannya.
  • Menolak pemikiran sekuler yang memisahkan urusan agama dengan negara, karena agama Islam mencakup urusan segala aspek kehidupan manusia, dari segi ekonomi, sosial politik dan budaya. Paham-paham  plurarisme dan paham yang merusak lainnya.

Wasiat :

Akhirnya kami berwasiat kepada saudara kaum muslimin :

Kepada para remaja dan pemuda islam ! Belajarlah Islam dengan sungguh-sungguh demi bekal kalian menuju perjalanan dan perjuangan panjang menuju keredhoan Allah subhanahu wa ta’aala, carilah kebenaran yang hakiki menurut Allah, bukan kebenaran menurut kebanyakan manusia, juga bukan kebenaran menurut segolongan orang, apalagi kebebenaran menurut diri sendiri, perjuangkan Islam dengan segala daya dan upaya, karena kalian akan menghadapi masa-masa sulit di akhir zaman ini, masa-masa dimana ummat islam berjumlah banyak namun menjadi santapan sebagaimana makanan yang disantap oleh orang-orang kafir salibis dan zionis yahudi.

Kepada para orang tua tanamkanlah kepada anak-anak cinta Allah dan Rosul dan berjihad di jalannya semenjak dini mungkin, karena anak-anak tidak akan mengenal Allah dan Rosul-Nya berikut jihad di jalan-Nya kecuali bila diajari dan dididik dengan baik, tidak mungkin anak-anak akan paham dengan sendirinya bila tanpa bimbingan para orang tua, karena orang tualah yang membuat mereka memahami arti hidup yang sesungguhnya.

Pilihkan sekolah atau madrasah yang tepat buat anak-anak kita, sekolah yang bisa mengantarkan mereka mengenal Allah dan Rosul-Nya mengenal Dienul Islam secara kaffah, bukan sekolah yang membuat mereka jauh dari ajaran Islam, biaya bukanlah penghambat untuk menjadi pandai, jadikan ia laksana air yang mengalir, jikalau kita mempunyai tekad untuk itu niscaya Allah akan memberikan jalan, apakah kita kalah dengan burung, yang bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, burung itu pergi di pagi hari dalam keadaan lapar, kemudian di sore hari pulang dalam keadaan kenyang. Allah berfirman :

`tBur È,­Gtƒ ©!$# @yèøgs† ¼ã&©! %[`tøƒxC ÇËÈ çmø%ã—ötƒur ô`ÏB ß]ø‹ym Ÿw Ü=Å¡tFøts† 4 `tBur ö@©.uqtGtƒ ’n?tã «!$# uqßgsù ÿ¼çmç7ó¡ym 4 ¨bÎ) ©!$# à÷Î=»t/ ¾Ín̍øBr& 4 ô‰s% Ÿ@yèy_ ª!$# Èe@ä3Ï9 &äóÓx« #Y‘ô‰s% ÇÌÈ  ( الطلاق: من الآية 2-3 (

Artinya : Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Semoga dengan kita melaksanakan beberapa anjuran ini kita bisa mewujudkan generasi harapan, generasi Robbany yang mencintai Allah dan Rosul-Nya berani berjihad di jalan Allah, berani menegakkan syari’at Allah di muka bumi ini sehingga akan menyelamatkan kita semua menuju keselematan dunia dan akhirat. Amin ya Robbal ‘Alamin

Demikian yang bisa saya sampaikan ada benarnya itu datangnya dari Allah dan apabila ada kesalahan itu datangnya dari saya yang digoda oleh syaitan, mohon maaf sebesar-besarnya.

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

ألَّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَ مِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهَا جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَاناَ وَلاَ تَجْعَلِ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَخَافُكَ ولا يَرْحَمُنَا

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأمُوُرِ كُلِّهَا وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الأخِرَةِ , رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين  وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

* Dosen Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam : Ma’had Abu Bakar As Shiddiq UMS Solo

www.ahmadzainuddin.com  &  www.mahad-abubakar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *