Khutbah Nikah di Solo By : Ahmad Zainuddin, Lc

Khutbah Nikah

By : Ahmad Zainuddin, Lc

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اْلَمحْمُوْدِ بِنِعْمَتِهِ , اَلْمَعْبُوْدِ بِقُدْرَتِهِ, اَلْمُطَاعِ بِسُلْطَانِهِ ,  اَلْمَرْهُوْبِ مِنْ عَذَابِهِ وَسَطْوَتِهِ ,   اَلنَّافِذِ أَمْرُهُ فيِ سَمَائِهِ وَاَرْضِهِ , اَلَّذِيْ خَلَقَ اْلخَلْقَ بِقُدْرَتِهِ , وَمَيَّزَهُ بِأَحْكَامِهِ , وَاَعَزَّهُمْ بِدِيْنِهِ , وَاَكْرَمَهُمْ بِنَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَ تَعَالَتْ عَظَمَتُهُ , جَعَلَ الْمُصَاهَرَةَ سَبَبًا لَاحِقًا وَ أَمْرًا مُفْتَر َضًا, أَوْشَجَ بِهِ الْأَرْحَامَ, وَ أَلْزَمَ الْأَنَامَ, فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ : وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا, فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَ صِهْرًا, وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا /الفرقان 54

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ تَعَالىَ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِأَنْفُسِنَاوَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا,مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ,   وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ  اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كَتَابِهِ الْكَرِيْمِ : : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. (آل عمران: ). وَقَالَ اَيْضًا :يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً, وَ اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ و اْلأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا / سورة النساء: 1

أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyirol Muslimin, Rohimakumulloh

Itulah sebagian pembukaan khutbah nikah yang pernah dibaca oleh Rosululloh SAW sewaktu menikahkah putrinya yang bernama Siti Fatimah Az-Zahroh, dengan Sayyidina Ali karromalloohu wajhah, yang sengaja saya baca dengan harapan agar Aqdun Nikah pada pagi hari ini mendapatkan barokah. Terutama bagi kedua mempelai, diharapkan memperoleh kebahagiaan hidup, sebagaimana kebahagiaan pada rumah tangga Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khodijah dan rumah tangga Sayyidina Ali dengan Siti Fatimah Az-Zahroh.

Selanjutnya Rosululloh SAW mengatakan, bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari qodho’-qodarnya Alloh SWT. Termasuk didalamnya adalah peristiwa pernikahan atau perjodohan, yang tidak cukup hanya dengan mengandalkan usaha manusia.

Karena Banyak orang yang sudah sekian lama berpacaran dan memadu cinta, ternyata ujung-ujungnya kandas di tengah jalan. Dan tidak sedikit pula orang tua yang sudah menjodohkan anaknya dengan calon menantu yang mereka sukai, akan tetapi keinginan mereka tersebut pada akhirnya juga tidak terwujud.

Itulah yang namanya perjodohan, yang tidak dapat dilepaskan dari Qodho’-qodar Alloh.

فَإِنَّ الأُمُوْرَ كُلَّهَا بِيَدِ اللَّهِ, يَقْضِى فِيْهَا مَا يَشَاءُ وَيَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ

Semua persoalan dalam kehidupan ini berada dalam kekuasaan Alloh. Alloh memutuskan dan menetapkan semua peristiwa sesuai dengan kehendak-Nya.

لاَ مُقَدِّمَ لِمَا أَخَّرَ, وَلاَ مُؤَخِّرَ لِمَا قَدَّمَ،

Tidak ada yang mampu memajukan sesuatu yang sudah ditunda oleh Alloh. Dan tidak ada yang dapat menunda sesuatu yang sudah dimajukan oleh Alloh.

وَلاَ يَجْتَمِعُ اثْنَانِ وَلاَ يَفْتَرِقَانِ إِلاَّ بِقَضَاءٍ وَقَدَرٍ،

Dua orang tidak akan berkumpul dan tidak pula akan berpisah kecuali dengan qodho’ dan qodar Alloh.

فَأَمْرُهُ تَعَالَى يَجْرِى عَلَى قَضَائِهِ، وَقَضَاؤُه يَجْرِي إِلَى قَدَرِهِ, لِكُلِّ قَضَاءٍ قَدَرٍ، وَلِكُلِّ قَدَرٍ أَجَلٌ، وَلِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ.

Semua perkara terjadi sesuai dengan Qadho’ Allah. Qodho’ Allah terus berproses menuju Qodar-Nya. Setiap Qodho’ ada qodar-nya. Setiap qodar ada ajalnya, dan setiap ajal ada suratan taqdirnya.

Ma’asyirol Muslimin, ……

Diantara yang sudah diqodho’-qodarkanAlloh pada hari ini ialah dinikahinya saudari …. Binti bapak ….., oleh saudara ….. Bin Bapak ……yang akad nikahnya Insya Alloh akan kita saksikan nanti.

………… Paling tidak ada tiga hal yang perlu saya sampaikan, terutama kepada saudara …. dan saudari ……, agar nantinya bias direnungkan dan dijadikan sebagai modal dalam membina kehidupan rumah yang kokoh, tentram, sejahtera dan bahagia, sesuai dengan yang diajarkan oleh agama Islam.

PERTAMA. Akad Nikah merupakan perjanjian yang suci dan sakral. Alloh menyebut Akad Nikah dalam surat An-Nisa’ : 21 dengan istilah “مِيْثَاقًا غَلِيْظًا”, yang artinya suatu ikatan atau perjanjian yang sangat kuat dan kokoh.

Oleh karena itu, pernikahan ini seharusnya dipertahankan secara langgeng, tidak mudah bubrah, tidak gampang patah, dan tidak mudah kandas di tengah jalan.

Agar menjadi sebuah ikatan yang kuat, saudara ….. dan saudari …. seharusnya menjadikan pernikahan ini sebagai jalan untuk meraih kehidupan yang langgeng, sakinah dan bahagia di dunia sampai di akhirat. Kondisi ini akan terwujud jika kalian berdua mau saling mencintai, saling menyayangi, saling bantu-membantu dan bekerjasamaterus menerus.

KEDUA, Dienul Islam memandang pernikahan sebagai ibadah.Pernikahan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada suami-isteri untuk menggali pahala sebanyak-banyaknya melalui berbagai aktifitas dalam kehidupan rumah tangga. Sampai-sampai hubungan intim suami-isteri pun dinilai sebagai perbuatan yang berpahala. Bahkan, separoh dari ajaran agama Islam adalah berupa kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan urusan rumah tangga. “كما قال رسول الله : ”

وعن أنس : إذا تزوّج العبدُ فقَدِ استكمل نِصْفَ الدّين. فليتّق الله في النصف الباقي

Oleh karena itu, faktor mencari pahala dan ridho Alloh, seharusnya lah dijadikan sebagai landasan dan motivasi dalam membina rumah tangga. Tidak semata-mata didasarkan pada tujuan untuk mencari harta, menaikkan status dan kedudukan, apalagi sekedar untukmelampiaskan hawa nafsu.

Dengan menjadikan ibadah sebagai dasar pernikahan, maka Insya Alloh bakal tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rohmah, serta langgeng dan penuh barokah,

KETIGA, Islam memandang Akad Nikah sebagai upacara serah terima amanat Alloh.

Kalimat ijab dan Qabul yang akan diucapkan nanti memang pendek dan mudah diucapkan oleh siapa saja, namun didalamnya terkandung makna yang luhur dan memiliki pengaruh / dampak yang sangat besar dalam aktifitas kehidupan berumah tangga.

Dengan ucapan ijab dan Qobul, maka akan muncul berbagai macam kewajiban dan beban tanggung jawab yang harus dipikul oleh suami dan istri. Itulah amanat Alloh yang harus dijaga dan dikelola secara sadar, serta dapat dipertanggung-jawabkan di hadapan Alloh SWT.

Dalam hal ini, saudara …… sebagai suami dibebani tugas menjadi kepala keluarga, yang berkewajiban antara lain: memenuhi nafkah lahir dan batin; mencukupi sandang, pangan dan papan secara wajar, sesuai dengan kadar kemampuannya; memperlakukan isteri secara baik; serta memberikan nasehat, didikan, arahan dan bimbingan kepada isteri ke jalan yang diridhoi Alloh, agar memperoleh keselamatan hidup fiddini wad-dun-ya wal akhiroh.

Sedangkan saudari …… sebagai isteri, dibebani tugas antara lain : mengelola penghasilan suami, menatarumah tangga, mendidik anak-anak, taat dan setia kepada suami, serta menjaga kehormatan diri-pribadi dan suaminya. Sebagaimana sabda Nabi :

مَا اسْتَفَادَ المُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ

“Setelah bertakwa kepada Allah, seorang muslim tidak memperoleh sesuatu yang lebih baik, melebihi isteri yang shalihah:

إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ، وَاِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ.

Yaitu seorang isteri yang jika diperintah oleh suaminya, dia segera menurut, jika dipandangnya, dia sangat menyenangkan; jika diberi sesuatu, dia menerimanya dengan senang hati; dan jika ditinggal pergi suaminya, dia mampu menjaga kehormatan dirinya dan harta benda suaminya”.

Demikianlah Khutbah Nikah pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi calon mempelai berdua.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا, وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات .فَاشْهَدُوْا هَذَا العَقْدَ المُبَارَكَ. وَاسْتَغْفِرُوْا اللَّهَ. إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. أَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ(3×)اَلَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ.

أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ الله وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله(3×)صلّى الله عليه و سلّم.

Doa setelah akad nikah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دائِمًا وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا العَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا، عَقْدًا لَيْسَتْ عَاقِبَتُهُ فِرَاقًا وَلَا خُصُوْمًا عَقْدًا مُبَارَكًا لَهُمَا وَعَلَيْهِمَا فِى أُوْلَاهُمَا وَأُخْرَاهُمَا حَتَّى يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ . اَللَّهُمَّ وَسِّعْ لَهُمَا الأَرْزَاقَ وَحَسِّنْ لَهُمَا الأَخْلاَقَ وَأَعِذْهُمَا مِنَ الشِّرْكِ وَالشَّكِّ والنِّفَاقِ وَسُوْءِ الأَخْلاَقِ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بَيْنَهُمَا يَاإِلَهَنَا الوِفَاقَ مَالَانِهَايَةَ وَلَاغَايَةَ وَجَنِّبْهُمَا عَنِ التَّخَاصُمِ وَالفِرَاقِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا النِّكَاحَ أَبَدِيًّا سَرْمَدِيًّا حَتَّى يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ .

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَاشَهُمَا مَعَاشًا طَيِّبًا وَحَيَاةً طَيِّبَةً رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً وَارْزُقْ لَهُمَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً تَكُوْنُ مَعْقِبَةً عَاقِبَةً حَسَنَةً تَكُوْنُ سَبَبًا لِقُرَّةِ أَعْيُنِهِمَا إِنَّكَ عَلَى مَا تَشَآءُ قَدِيْرٌ وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيْرٌ .

اَللَّهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ اَبِيْنَا اَدَمَ وَاُمِّنَا حَوِّاءَ وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ سَيّدِنَا عَلِيٍّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ الْمَاءِ وَالثَّلْجِ.

رَبَّنَآ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Robb Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan akan menjamin tambahan nikmat-Nya. Wahai Robb  kami, bagi-Mu segala bentuk pujian, sebagaimana pujian yang layak kepada Dzat-Mu Yang Maha Agung, dan kepada kerajaan-Mu yang Maha Besar. Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw., dengan rahmat yang penuh cahaya sebagai simpanan di sisi Allah dan menjadi kemudahan, kebahagiaan dan kegembiraan bagi kami dan orang-orang mukmin dan (berikanlah rahmat-Mu) kepada keluarga dan para sahabatnya, serta selamatkanlah mereka dengan keselamatan yang sempurna. Ya Allah, jadikanlah akad ini, akad yang penuh berkah, akad yang tidak ada setelahnya perpisahan (perceraian) maupun permusuhan, akad yang diberkahi bagi keduanya dan kepada keduanya dari awal sampai akhirnya hingga keduanya bertemu Engkau dan Engkau ridha kepada keduanya Wahai Robb  Semesta Alam. Ya Allah, luaskanlah rezeki bagi keduanya dan baguskanlah akhlaq bagi keduanya serta lindungilah keduanya dari perbuatan syirik, ragu-ragu, nifaq dan akhlaq yang buruk. Ya Allah, Ya Tuhan kami, jadikanlah diantara keduanya, keserasian yang tidak ada putus dan ujungnya dan jauhkanlah keduanya dari permusuhan dan perpisahan dengan rahmat-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Penyayang orang-orang yang penyayang.  Ya Allah, jadikanlah pernikahan ini, pernikahan yang abadi dan langgeng hingga bertemu Engkau dan Engkau ridha kepada keduanya, Wahai Robb  Semesta Alam. Ya Allah, jadikanlah mata pencaharian keduanya, mata pencaharian yang baik dan penghidupan yang baik, nikmat dan diridhai serta berikanlah rezeki bagi keduanya anak keturunan yang baik-baik dan membawa kebaikan serta menjadi penyenang hati bagi keduanya, Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan selalu segera dalam memenuhi permohonan. Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari api neraka. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan dan panutan kami Nabi Muhammad saw. dan kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya. Segala puji bagi Allah Robb  Semesta Alam.

www.ahmadzainuddin.com

Doa setelah akad nikah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دائِمًا وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا العَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا، عَقْدًا لَيْسَتْ عَاقِبَتُهُ فِرَاقًا وَلَا خُصُوْمًا عَقْدًا مُبَارَكًا لَهُمَا وَعَلَيْهِمَا فِى أُوْلَاهُمَا وَأُخْرَاهُمَا حَتَّى يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ . اَللَّهُمَّ وَسِّعْ لَهُمَا الأَرْزَاقَ وَحَسِّنْ لَهُمَا الأَخْلاَقَ وَأَعِذْهُمَا مِنَ الشِّرْكِ وَالشَّكِّ والنِّفَاقِ وَسُوْءِ الأَخْلاَقِ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بَيْنَهُمَا يَاإِلَهَنَا الوِفَاقَ مَالَانِهَايَةَ وَلَاغَايَةَ وَجَنِّبْهُمَا عَنِ التَّخَاصُمِ وَالفِرَاقِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا النِّكَاحَ أَبَدِيًّا سَرْمَدِيًّا حَتَّى يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ .

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ ( 3 x )

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَاشَهُمَا مَعَاشًا طَيِّبًا وَحَيَاةً طَيِّبَةً رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً وَارْزُقْ لَهُمَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً تَكُوْنُ مَعْقِبَةً عَاقِبَةً حَسَنَةً تَكُوْنُ سَبَبًا لِقُرَّةِ أَعْيُنِهِمَا إِنَّكَ عَلَى مَا تَشَآءُ قَدِيْرٌ وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيْرٌ .

اَللَّهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ اَبِيْنَا اَدَمَ وَاُمِّنَا حَوِّاءَ وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ سَيّدِنَا عَلِيٍّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ الْمَاءِ وَالثَّلْجِ.

رَبَّنَآ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

www.ahmadzainuddin.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *